BRMP Papua dan Polbangtan Manokwari Tinjau Kesiapan Lokasi Magang Mahasiswa di Keerom
Keerom, 19 Agustus 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua bersama Tim Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari melaksanakan pemantauan dan pemeriksaan kesiapan lokasi yang akan menjadi tempat pelaksanaan Magang bagi mahasiswa Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan Polbangtan Manokwari di wilayah Arso, Kabupaten Keerom.
Kegiatan pemantauan ini merupakan tindak lanjut atas rencana pelaksanaan Magang bagi mahasiswa semester V Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan Tahun Akademik 2026/2027. Rencana pelaksanaan Magang dijadwalkan pada awal September 2026, dengan waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan kesiapan dan rencana perjalanan menuju lokasi.
Pemantauan lapangan dilakukan oleh Direktur Wilayah Papua, Dr. Aser Rouw, SP.,M.Si, bersama Kaprodi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan Polbangtan Manokwari, Dr. Indrawati, S.P., M.P., serta Ir. Nurtania Sudarmi, S.Pt., M.P., selaku dosen Polbangtan Manokwari, di area peternakan milik Bapak John Bonua Rouw.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, lokasi tersebut dinilai memiliki kondisi dan fasilitas yang sangat mendukung proses pembelajaran mahasiswa, khususnya dalam meningkatkan kompetensi di bidang agribisnis peternakan. Di lokasi tersedia peternakan sapi, kandang sapi, kebun rumput, gudang pakan, dan kandang ayam modern dengan kapasitas yang saat ini dapat menampung kurang lebih 40.000 ekor ayam petelur.
Ketersediaan berbagai fasilitas tersebut menjadi potensi yang baik bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Melalui kegiatan magang, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat memahami secara langsung proses pengelolaan usaha peternakan, mulai dari aspek teknis hingga manajemen usaha di lapangan.
Pembagian mahasiswa akan disesuaikan dengan kapasitas, fasilitas, serta kesiapan masing-masing lokasi agar proses pembelajaran dan pendampingan dapat berjalan secara efektif.
Pihak peternak juga menyatakan kesediaannya untuk menyediakan pendamping lapangan selama mahasiswa melaksanakan kegiatan magang. Pendamping tersebut akan memberikan arahan dan bimbingan kepada mahasiswa selama mengikuti kegiatan praktik di lapangan, sekaligus melakukan pemantauan dan penilaian terhadap kinerja mahasiswa selama menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Dalam koordinasi tersebut, disampaikan juga bahwa fasilitas dan kebutuhan logistik mahasiswa selama pelaksanaan kegiatan magang akan ditanggung oleh Kementerian Pertanian. Hal ini diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan sehingga mahasiswa dapat fokus mengikuti proses pembelajaran dan praktik di lapangan.
Pelaksanaan Magang juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara BRMP Papua, Polbangtan Manokwari, pelaku usaha peternakan, dan asosiasi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi, keterampilan, dan wawasan praktis yang dapat menjadi bekal dalam mendukung pembangunan sektor peternakan, khususnya di Papua.